Skip navigation

Tag Archives: Novels

Akhirnya, dapet nulis blog ini juga, terakhir kali mau nulis, sudah mau tidur….

Novel ini mungkin yang tercepat dibaca, 1 bulan, dengan kepotong beberapa minggu, jadi mungkin kepotong beberapa minggu..hhaaa….

Tuesdays With Morrie, karangan Mitch Albom. Pertama kali melihat novel ini, sangat amat tidak tertarik, dan merasa rugi membelinya, karena sudah tipis (hanya 2ratusan halaman), tidak hardcover, tetapi harganya lebih mahal dari novel Eldest (8ratusan halaman, karangan Christopher Paolini, lanjutan dari novel Eragon – sekalian promosi). Dan tambah lagi, ini adalah novel paksaan yang harus dibeli oleh guru Inggris sekolahku tercintaa..hhaaa….jadi, yah tambah tidak tertarik deh..Novel ini saya beli di Kinokuniya, ternyata ada juga di Periplus dan Aksara

TETAPI, setelah dibaca, dari mulai halaman belasan, jadi mulai tertarik, saya yang pada awalnya hanya iseng baca-baca, jadi keterusan baca sampai 30-an halaman bacanya (padahal berniat untuk mandi), sampai lupa mandi (yah, beginilah, orang yang sudah terlelap dalam dunia saat baca novel yang menarik).

Novel ini mengkisahkan tentang pertemuan antara Mitch Albom, sang pengarang, dengan mantan professornya (karena Mitch sudah lulus), Morrie Schwartz di setiap hari Selasa. Professornya mengidap penyakit ALS, penyakit yang menyerang secara sedikit-sedikit, tetapi lama kelamaan akan membuatnya mati. Morrie bukan hanya pasrah pada Sang Pencipta, tetapi ia tetap menjalani kehidupannya dengan biasa padahal ia tahu bahwa waktunya tak lebih dari 1 atau 2 tahun lagi. Ia bahkan membuat kalimat-kalimat yang bermakna (aphorism), hingga media pun mengetahuinya. Ia diwawancara hingga akhirnya semua masyarakat setidaknya tahu tentang dia, banyak fans yang mengirimkan surat tentang masalahnya untuk minta solusi, dll.

Subjek dari kelas terakhir antara Mitch dan Morrie, bertempat di ruang belajar rumah Morrie, dimana dia dapat melihat bunga kembang sepatu berwarna pink, adalah tentang makna kehidupan. Tentang, kesedihan, keluarga, kebencian, dan lain-lain.

Quote yang saya suka adalah:

“So many people walk around with a meaningless life. They seem half-asleep, even when they’re busy doing things they think are important. This is because they’re chasing the wrong things. The way you get meaning into your life is to devote yourself to loving others, devote yourself to your community around you, and devote yourself to creating something that gives you purpose and meaning”

Quote ini menyadarkan saya akan suatu hal, yang akan saya benci pada awalnya, setelah saya membaca ini dan saya pikirkan, hal yang saya benci itu saya anggap saja tidak ada, dan masalah itu selesai, yang awalnya sangaaat membuat saya jengkel, dengan kalimat itu, saya jadi lebih bagaimana gitu, jadi cuek aja terhadap masalah itu, karena itu adalah masalah yang tidak patut dibesar-besarkan dan dipermasalahkan. Alhasil, saya menjadi lebih senang….^^

Quote yang lain adalah: “Forgive yourself. Forgive others. Don’t wait. Not everyone gets the time“. Memang jika dipikirkan, hal ini sangat sulit dilakukan..tapi, bagi saya ini harus diperjuangkan….^^

Jadi, baca deh novel ini, sangat bagus menurut saya…^^ Enjoy!!

Rating saya: 4.5 of 5 stars

Nah, untuk novel berikutnya, sedang menunggu “Brisingr”, kelanjutan dari novel Eldest, yang akan terbit di USA 20 September 2008!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.